Sabtu, 30 Januari 2016

Masih Remaja, Diet?


Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, yang kadang membuat remaja menjadi labil. Di masa ini terjadi berbagai perubahan fisiologis, seperti penambahan panjang tulang dan massa otot, juga perubahan sosial, emosi dan bahasa yang dapat mempengaruhi sisi psikologis remaja. Dalam fase peralihan ini, umumnya para remaja juga lebih senang membuat keputusan-keputusan mandiri, terutama tentang makanan, karena mereka lebih peduli mengenai penampilan dibandingkan aspek lain. 
Melihat fakta lingkungan sekitar, kebanyakan remaja berfikiran jikalau memiliki tubuh ideal dengan paras yang langsing menjadi dambaan setiap kaum adam, sehingga tak jarang dari mereka yang menuntut untuk bisa memiliki tubuh langsing. Nah dari sini perlu diketahui bahwa diet bagi seorang remaja memang bisa menurunkan berat badan namun dapat juga menumbuhkan penyakit dari dalam tubuh karena masa remaja adalah masa dimana tubuh memerlukan banyak nutrisi untuk pertumbuhan. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa remaja tidak baik untuk berdiet.
1. Masa Pertumbuhan
Alasan utama yang tidak menganjurkan para gadis ramaja diet adalah karena masih dalam proses masa pertumbuhan. Dalam fase ini tubuh sangat membutuhkan banyak asupan nutrisi. Sedangkan melakukan diet sama halnya dengan menghilangkan nutrisi yang sedang dibutuhkan oleh tubuh. Kalau ini sampai terjadi maka dapat berdampak pada lambatnya proses pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
2. Menyebabkan Osteoporosis
Nah loh! Teman-teman pastinya tidak mau terkena osteoporosis diusia muda bukan? Itulah sebabnya mengapa diet tidak dianjurkan pada usia remaja. Ketika usia remaja, tubuh sangat membutuhkan banyak kalsium agar membuat tulang semakin kuat. Melakukan diet sama dengan mengurangi jatah kalsium yang diperlukan oleh tubuh, sehingga dapat berakibat tulang menjadi rapuh. Tulang rapuh inilah yang kemudian memicu adalanya penyakit osteoporosis.
3.Dapat Membuat Tertekan
Biasanya gadis remaja takut untuk mendapat julukan 'gadis gemuk'. Karena ketakutan ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk melakukan program diet ketat. Entah sadar atau tidak, melakukan diet karena adanya intimidasi akan menimbulkan masalah baru. Masalah itu tak lain adalah dapat membuat kondisi menjadi tertekan baik secara psikologis maupun fisik. Tekanan ini nantinya dikhawatirkan dapat membawa efek negatif dalam masa pertumbuhan.
4. Menciptakan Mindset Negatif
Terobsesi memiliki bentuk tubuh ideal terjkadang menciptakan sebuah mindset yang justru memiliki dampak negatif. Seperti karena ingin memiliki bentuk tubuh langsing maka secara terus menerus malakukan proses diet itu adalah salah satu contoh mindset yang salah. Melakukan proses diet secara terus menerus sama saja dengan menyksa tubuh, karena tak mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Hingga akhirnya dapat memicu munculnya berbagai macam jenis penyakit. Bukankah kecantikan tidak selalu dinilai dari fisik kan?
5. Membuat Krisis Rasa Percaya Diri
Secara tidak langsung melakukan proses diet diusia remaja itu dapat menghancurkan rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan ketika Kalian tidak melakukan diet, maka sebenarnya kalian tidak percaya diri pada bentuh tubuh yang kalian miliki. Padahal secara ilmiah tubuh kalian pada usia remaja memang sedang mengalami proses pertumbuhan. Kalau memang Kalian menganggap bentuk tubuh Kalian memiliki berat yang berlebihan, cobalah untuk melakukan konsultasi dengan dokter.
6. Terobsesi Pada Makanan Tertentu
Terobsesi pada makanan tertentu yang dimaksud adalah hanya akan memakan makanan yang menunjang untuk melakukan proses diet saja. Sedangkan selama masa pertumbuhan tubuh memerlukan banyak sekali nutrisi yang diperoleh dari berbagai jenis makanan. So, pasti hal ini sangat tidak baik guys. Walaupun memang secara umum banyak makanan yang menunjang proses diet adalah makanan sehat. Tapi tidak ada salahnya kan mencoba jenis makanan lain yang menyenangkan dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
7. Dapat Mengganggu Kesehatan
Keenam poin pembahasan sebelumnya sangat memiliki kaitan yang erat dengan pembahasan pada poin ketujuh ini. Diet dapat membayakan kesehatan jika dilakukan secara berlebihan. Pada usia remaja pun diet sebenarnya tidak dianjurkan. Diet hanya boleh dilakukan atas saran dari dokter. Hal ini sebagai bentuk antisipasi agar proses pertumbuhan Kalian pada usia remaja berlangsung secara normal.
Ketujuh alasan mengapa gadis pada usia remaja tidak dianjurkan melakukan proses diet cukup masuk akal bukan? Karena kecantikan sebenarnya tidak hanya dinilai dari satu sisi saja itulah sebabnya muncul istilah inner beauty. Satu hal yang terpenting adalah tetap percaya diri terhadap apa yang Kamu miliki. Karena yang kamu miliki saat ini adalah hal yang berharga buatmu. 

Minggu, 24 Januari 2016

Remaja dan Kosmetik


Kehidupan remaja saat ini sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa sebelumnya. Penggunaan kosmetik yang sudah dimulai pada usia dini, yang semestinya belum pantas untuk digunakan oleh anak pada usia dini. Tetapi pada kenyataannya, sesuai dengan apa yang kita lihat dan saksikan bersama, ternyata bahwa anak usia dini telah menggantungkan hidupnya dengan penggunaan kosmetik-kosmetik. Padahal dari kosmetik-kosmetik ini seringkali kita tak memperhatikan apa kandungan-kandungan yang terkandung didalamnya. 

Lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Sebuah tulisan yang dimuat oleh sebuah situs digital, tentang adanya percepatan masa pubertas yang dipengaruhi oleh pemakaian produk kosmetik. Telah dilakukan riset oleh sejumlah peneliti yang melakukan penelitian dengan melibatkan 1151 remaja berusia 6-8 tahun di New York City, Cincinnati dan California Utara. Dalam tes urin mereka ditemukan tiga jenis zat kimia yang sering terdapat dalam produk kosmetik, yakni phenols, phthalates dan phytoestrogen. Para peneliti menemukan bahwa zat-zat kimia tersebut banyak ditemukan pada beragam produk kosmetik, seperti cat kuku, kosmetik, parfum, lotion dan sampo. Beberapa jenis produk kosmetif juga menggunakan zat kimia itu.

Remaja masa kini, menggunakan produk kosmetik yang digunakan terus menerus, seperti menjadi kebutuhan primer. Setiap perubahan waktu atau musim, seperti; pagi hari (setelah mandi), siang (sebelum pergi ke setiap tempat), sore dan malam (sebelum menyajikan kepada pihak-pihak atau agenda lain dan sebelum tidur malam).
Tapi, kita tidak pernah berpikir bagaimana bahan kosmetik yang diproses dan bekerja dalam tubuh kita.

Sebenarnya, bahan kimia memiliki aturan penting. Tercepat periode pubertas berada di usia remaja. Dan dari bahan kimia didirikan tiga bahan kimia dalam bahan kosmetik banyak terdapat fenol, phthalates dan phytoestrogen. Meskipun ada banyak efek lain dari menggunakan bahan kimia yang kandungan dalam produk kosmetik. Fenol yang merupakan salah satu bahan yang terdapat dalam bahan-bahan penyusun kosmetik misalnya, dibandingkan dengan alkohol, alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. Ini bahaya guys kalo dbiarkan.. padahal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa kosmetik hanya memberikan efek lokal dan tidak mempengaruhi sistem fisiologis sehingga tidak mungkin kosmetik bekerja secara sistemik (diabsorbsi ke pembuluh darah). Kalau diabsorbsi dan mempengaruhi/memanipulasi sistem fisiologis, sudah tidak bisa dikatakan sebagai kosmetik tetapi disebut sebagai kosmesetika.
Apalagi sekarang ini banyak produsen kosmetik yang tidak lagi memperhatikan keamanan dan keselamatan. Sudah berapa banyak kasus para produsen kosmetik kedapatan mencampur bahan kosmetik dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri. Padahal merkuri ini berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh kita, sehingga tanpa kita sadari, tubuh kita telah banyak menumpuk bahan berbahaya itu. Ditambah dengan sedikitnya pengalaman remaja dalam memilih kosmetik. Lalu, apa langkah selanjutnya dalam mengantisipasi hal tersebut, walaupun pada catatan terakhir, belum terdapat banyak korban dari pemakaian produk-produk kosmetik atau produk kencantikan apalagi di kalangan remaja?

Jika hal ini tidak menjadi perhatian bersama semua pihak, kemudian kita biarkan maka akan menyebabkan efek gunung es bagi remaja. Perlu didikan dari keluarga, dukungan dari sekolah serta lingkungan pergaulan yang memotivasi untuk terus melakukan kebaikan dan kegiatan positif sebenarnya sudah dapat memagari remaja dari fenomena ini. Apalagi dengan adanya mental remaja yang ingin menjadi yang paling menarik dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk perawatan mereka untuk menjaga diri menawan, kulit, dan semua bagian tubuh. Jika mental ini terus dipupuk akan menyebabkan remaja tak lagi peduli pada lingkungan karena mereka terlalu sibuk dengan penampilan mereka. Remaja berlomba-lomba untuk menjadikan kulit mereka putih tapi tidak memperbaiki sikap dan hati mereka. Jika hal ini dibiarkan, ini akan mematikan karakter bangsa yang memelihara etika dan moral.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memperbaiki dan mempercantik diri tapi bukan dengan penggunaan kosmetik yang berlebihan. Memperbaiki dan mempercantik diri dengan terus meningkatkan kompetensi diri sehingga siap bersaing secara global dan memperbaiki sikap diri sehingga karakter pemuda yang senantiasa aktif, produktif dan pantang menyerah terus hidup di diri-diri para remaja itu. Sehingga kegiatan mereka selalu dalam kegiatan yang positif dan mempersembahkan yang terbaik untuk bangsanya.

Thanks to :
https://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/pengaruh-pemakaian-kosmetik-pada-remaja/ 

Minggu, 17 Januari 2016

Pemuda Dulu dan Sekarang

     
Saat ini kita bisa mengetahui apa yang terjadi di negara kita terutama pada remajanya, banyak menganggur, tidak sekolah, dan berbagai tindak kriminalitas. Hal ini tidak dapat dibiarkan secara terus menerus karena lama-kelamaan bisa merusak generasi bangsa Indonesia kedepannya.

Oleh karena itu saat ini sebagai remaja yang baik, kita harus senantiasa memperbaiki diri mulai dari kepribadian kita dan membentuk karakter generasi pemuda yang berguna bagi kebaikan masa depan bangsa Indonesia. Berbeda sekali dengan masa perjuangan dulu, pemuda pemudi bangsa Indonesia sangat antusias dalam kemajuan bangsa Indonesia. Jika kita bandingkan ada sesuatu hal yang lucu namun bisa dipetik hikmahnya. Yaitu perbedaan pemuda yang dulu dan sekarang.

Dibawah ini beberapa faktanya :

Dulu : Orang Jepang musuh bebuyutannya
Sekarang : Gadis Jepang tontonannya

Dulu : Nusuk lawan pake bambu runcing
Sekarang : Nusuk lawan pake status nyelekit

Dulu :"Kami putra dan putri Indonesia"
Sekarang : Kami putra dan putri yang tertukar

Dulu : Namanya Samsul
Sekarang : Namany*a s4ms ch3l4luch4y4nn9 Q4mo3h

Dulu : Hati senang walau tak punya uang
Sekarang : Hati galau tak punya pasangan

Dulu : Bangun tidur pegang cangkul
Sekarang : Bangun tidur pegang Hp

Dulu : Berjuang tanpa pamrih/imbalan
Sekarang : Mau berjuang tapi.. WANI PIRO???

Dulu : Berbahasa satu, bahasa Indonesia
Sekarang : Bahasa Singkat, bahasa gaul, bahasa Vickynisasi, Bahasa tubuh dan bahasa 4l4y

Dulu : "keep spirit"
Sekarang : "keep smile"

Dulu : maju tak gentar membela yang benar
Sekarang : maju tak gentar membela yang bayar

Dulu : kalo nembak cewek, malu2 kucing
Sekarang : kalo nembak cewek suka malu-malu in

Dulu : susah senang sehidup semati dengan istrinya
Sekarang : hidup susah mau punya istri 2, hidup senang pengen punya istri 5

Dulu : megang tangan takut hamil
Sekarang : megang erat masukin langsung suruh gugur

Dulu : gagah berani
Sekarang : menGagahi perawan

Dulu : pemberani dan gagah
Sekarang : cucok dan rempong

Dulu : berjuang untuk INDONESIA
Sekarang : berjuang untuk pacarnya

Dulu : berjuang demi bangsa dan negara
Sekarang : berjuang demi cinta kita

Dulu : bersakit-sakit dahulu, senang kemudian
Sekarang : senang dahulu kemudian penyakitan

Dulu : berantem sama penjajah
Sekarang : berantem sebangsa setanah air

Kalo pemuda jaman dulu "Sumpah Pemuda" tapi kalo jaman sekarang Sumpah Gue Cinta dia

    Naah itu perbedaan dari pemuda zaman sekarang dan jaman dulu. Sekilas kita bisa mendapatkan hal-hal baru dari sini dan mohon untuk para pemuda Indonesia sedikit mengurangi fakta-fakta yang tertulis diatas dan telah terbukti di Negeri Indonesia tercinta.
Beberapa kata-kata tentang pemuda diatas hanya beberapa yang terjadi disekitar kita. Tidak menutup kemungkinan masih banyak juga para remaja yang memiliki budi pekerti yang baik, berprestasi dan tentunya bisa menjadi masyarakat yang baik di Indonesia. Semoga dengan beberapa fenomena remaja diatas bisa menjadi sebuah cerminan bagi remaja Indonesia.
Masa remaja adalah masa dimana waktunya mencari jati diri, namun jika diarahkan akan terbentuk pula kepribadiab yang berkarakter dan berbudi pekerti yang baik.

Sumber : http://satu-1-satu.blogspot.co.id/2013/12/perbedaan-pemuda-zaman-sekarang-dan.html

















Jumat, 15 Januari 2016

Remaja dan Sosial Media

 
  Abad 21 memang abad dimana kebutuhan manusia yang awalnya hanya sandang, pangan dan papan. berubah menjadi sandang, pangan, papan, komunikasi, dan transportasi.

Dan pada akhirnya era ini disebut sebagai era "Informasi dan Komunikasi".

    Nah guys.. fakta ini berdampak pada kehidupan para remaja di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Kalau dulu pada saat era industri, kita harus bersusah payah kerja demi mendapatkan uang. Kini hanya dengan modal internet saja kita bisa mendapatkan keuntungan. Bahkan, seorang remaja bernama Mark Zuckerberg asal Amerika Serikat berhasil membuat jejaring sosial bernama Facebook yang saat ini digandrungi seluruh rakyat dunia.

     Fenomena jejaring sosial seakan tidak hanya menyerang kaum remaja saja namun juga anak-anak hingga dewasa. Jejaring sosial yang awalnya hanya sebuah situs untuk mencari, mengenal dan menambah teman sebanyak-banyaknya sekarang fungsinya bertambah menjadi tempat curhat, tempat memajang foto dan berbgai macam lainnya.
wah guys, ini lah fakta unik tentang Remaja dan jejaring sosial  yang berkembang di kehidupan kita:
1. Para Remaja bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan gadget hingga lupa makan, lupa mandi lupa waktu dan semuanya dehh.
2. Mereka juga sering berdua dengan gadgetnya di dalam kamar, dan tiba-tiba senyum sendiri, ketawa, sedih dan berbagai perasaan lainnya.
3. Kalau bangun tidur pasti yang dilihat pertama kali adalah handphone, dan pasti langsung senang ketika notifikasi dari BBM, Facebook, Whats App, Line dan sosial Media lainnya
4. Ketika berkumpul bareng gengnya, tak jarang yang diomongin pasti seputar sosial media tadi malam.
5. Kurang merasa update, kalau belum tulis status di sosial media
6. Buku Diary jadi tak berarti. Karena lebih lengkap rasanya kalau meluapkan perasaan di sosial media.
7. Terkadang merasa minder kalau gak punya sosial media seperti milik teman-temannya.
8. Setiap momen penting pasti foto-foto selvie langsung diupload di sosial media

Namun, kecanduan bermain jejaring sosial tidak baik juga loh guys. Iya sih, kita nantinya mendapat banyak teman dari berbagai daerah, tapi kan waktu kita untuk bersosialisasi secara nyata jadi berkurang. Padahal dunia kita akan lebih berwarna ketika kita menjelajah dunia nyata yang penuh tantangan. Dan juga nantinya kalau kita udah dewasa pasti kita bakal menghadapi dunia kemasyarakatan, dan ilmu bersosialisasi itu sangat penting.
Maka dari itu, mulai sekarang di kurangi yaa main sosial medianya. Dan hati-hati jangan sampai kecanduan loh.. Di dunia  nyata lebih asyik kok